Mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
Kebersihan dan sanitasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan aman bagi seluruh warga sekolah. Melalui pembiasaan menjaga kebersihan ruang kelas, halaman, toilet, tempat cuci tangan, serta saluran drainase, peserta didik belajar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih mendukung proses belajar yang lebih nyaman sekaligus mencegah penyebaran berbagai penyakit.
Pengelolaan sampah dilakukan melalui kegiatan memilah sampah organik dan anorganik, menerapkan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair), serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Dengan pengelolaan sampah yang baik, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, sehat, serta mampu mengurangi pencemaran lingkungan.
Keanekaragaman hayati di lingkungan sekolah diwujudkan melalui kegiatan penghijauan dengan menanam berbagai jenis pohon pelindung, tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman buah, dan tanaman berbunga. Keberagaman tanaman tersebut membantu menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida, menjaga kualitas udara, serta menjadi media pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal dan mencintai lingkungan hidup.
Budaya hemat energi diterapkan melalui kebiasaan mematikan lampu, kipas angin, komputer, LCD proyektor, dan peralatan listrik lainnya ketika tidak digunakan. Pemanfaatan cahaya matahari dan sirkulasi udara alami menjadi bagian dari upaya menciptakan sekolah yang hemat energi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Penghematan air dilakukan dengan menggunakan air sesuai kebutuhan, menutup keran setelah digunakan, memperbaiki kebocoran saluran air, serta memanfaatkan air hujan untuk penyiraman tanaman. Kebiasaan ini membantu menjaga ketersediaan air bersih sekaligus menanamkan sikap peduli terhadap kelestarian sumber daya alam sejak usia dini.