
Penghematan energi merupakan salah satu upaya penting dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Di lingkungan sekolah dasar, budaya hemat energi dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana, seperti mematikan lampu, kipas angin, proyektor, dan perangkat elektronik lainnya saat tidak digunakan, memanfaatkan pencahayaan serta sirkulasi udara alami, serta menggunakan peralatan yang hemat energi. Penerapan kebiasaan tersebut tidak hanya mengurangi konsumsi listrik dan biaya operasional sekolah, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga kelestarian sumber daya alam.
Selain itu, penghematan energi menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Melalui keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menerapkan perilaku hemat energi secara konsisten, tercipta lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan berwawasan lingkungan. Upaya ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yang mendukung pencapaian Program Adiwiyata, sehingga sekolah mampu menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berkarakter.